Kamis, 19 September 2013

Yang Tidak Akan Sia-sia Jika Kita Miliki



Jangan pernah menyesal saat merasa ilmu yang dulu kita timba tidak berguna di kehidupan yang kita jalani saat ini, tidak dipakai di tempat kerja, atau tidak dibutuhkan orang lain.
Kita sering mendengar bahwa tidak ada ilmu*) yang sia-sia.
Ilmu itu sebuah karunia dari Allah.

Coba pikirkan lagi, apa yang sudah kita perbuat dan hasilkan dari ilmu yang kita miliki itu. Jika tidak ada, setidaknya kita mengamalkannya untuk diri sendiri.
Mungkin ada sebuah karya kecil, baik dalam bentuk benda, tulisan, dan tutur. Itulah buah dari hasil ilmu yang kita amalkan.
Atau setidaknya ilmu yang kita miliki itu membawa perubahan yang baik pada tingkah laku kita sendiri.
Syukuri ilmu yang sudah diperoleh, tetap jaga dan amalkan.
Karena suatu saat pasti terpakai dan bermanfaat bagi diri sendiri atau bahkan ada orang lain yang membutuhkan ilmu kita.
Jadi, dengan ilmu yang diamalkan untuk diri sendiri dan orang lain, kita menjadi salah satu manusia yang bermanfaat.

Teruslah menuntut ilmu kemudian setelah kita perolah jaga dan amalkan. :)

NB:
*) ilmu yang baik-baik; ilmu Agama dan ilmu umum lainnya

Rabu, 07 Agustus 2013

Bangunkanlah Ketika Ku Merintih

"Menghantui, mendekap, membelenggu, dan membangunkan dari mimpi, namun tak membiarkanku terjaga."
Jika aku tidak berusaha melawan, jika mereka tidak menyentuhku, jika dibiarkan.. Apa yang akan terjadi pada jiwaku?

Aku tak pernah tahu.

*Semoga selalu dalam lindungan Allah.

Jumat, 02 Agustus 2013

Then

Ingin melepaskan demi kebaikan, tetapi tidak rela kehilangan.
Lantas?

Kamis, 01 Agustus 2013

Titipan

Semua yang datang dan mehampiri kita itu merupakan titipan,
Hanya yang membedakan adalah berapa lama titipan itu singgah pada kita.
Maka ketika ditipi jangan pernah merasa mutlak memiliki.
Menjaga dan menyayangi itu tidak apa-apa.
Kemudian mensyukuri apa yang dititipkan itu lebih baik.

Ya sudah, segitu saja.

Rabu, 31 Juli 2013

Kepada yang Mengalir

Apa kau tetap ingin menjadi air yang terus mengalir?
Mengalir sesukamu.
Mengikuti arus kemana membawamu pergi.
Tanpa tujuan.

Tidak mengapa jika kau tetap ingin mengalir.
Namun, apa kau akan membiarkan kontaminan mencemarimu?
Sampai kapan kau terus mengalir?

Jika kau membiarkan tercemar, bagaimana kau bisa bertahan menjaga kejernihanmu?
Itu akan merugikanmu.
Kau akan menjadi sumber daya yang tidak berdaya.
Tidak berguna untuk keberadaanmu.

Bahkan, jika kau terus mengalir tanpa tujuan kau akan merugikan sekitarmu.

Tidakkah kau lelah jika terus mengalir tanpa tujuan?
Kemana kau akan mengalir?
Sampai kapan jika tanpa tujuan?
Tidak lelahkah kau air?
Tidak inginkah kau bermuara?
Menjadi air yang berdaya guna..
Bagimu dan bagi kehidupan sekitarmu.

Bermuaralah..

menjadi sungai,
menjadi pantai,
menjadi laut,
atau bahkan lautan.. yang jika terkontaminasi kejernihanmu tetap terjaga..

Ya ! kau harus menjadi salah satu dari muara tersebut..
sehingga akan jelas siapa dirimu,

Mintalah kepada Sang Maha Penciptamu, agar kau dijadikan-Nya sebuah muara.
Mengalirlah dalam sebuah muara :)





Senin, 15 Juli 2013

Nyaris

Hatiku sudah berpesan agar aku melindunginya.
Menjaganya agar tetap bertahan dari terpaan.

Saat dia nyaris tersentuh,
Aku mulai khawatir karena itu artinya aku tidak berhasil menjaganya.
Menyalahi perjanjian, menunggunya.


Sebenarnya aku tidak begitu mengerti, mengapa tak membiarkannya.


Tatkala dia dihampiri dan mulai tersentuh, sesuatu hal memisahkan.
Berulang, dan sesak.
Tapi rasa sesak itu hanya sedikit.
Aku tahu itu yang terbaik, iya terbaik
Terbaik sebelum akhirnya malah menjadi rapuh.

Memang benar, hati ini sudah ditetapkan hanya untukmu.



Kamis, 04 Juli 2013

Kamis, 04 Juli 2013

Semester 4 penuh perjuangan hebat. Hari-hari yang selalu disita dengan kuliah dan tugas sampai mengurangi waktu ibadah.

Akhirnya UAS semester 4 pun berakhir, tugas-tugas sudah tidak ada lagi. :D

Dan.... Selamat datang bulan Ramadhan,, semoga aku tidak menyia-nyiakan kedatanganmu dengan membiarkan kebaikan berlalu begitu saja.