Abu Hurayrah relates that Allah's Messenger (peace be upon him) said: Whoever believes in Allah and the Last Day should speak a good word or remain silent. And whoever believes in Allah and the Last Day should show hospitality to his neighbor
And whoever believes in Allah and the Last Day should show hospitality to his gues
[Sahih al-Bukhari and Sahih Muslim]
Dari Abu Hurairah Rhadiyallahu'anhu, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah dia berkata yang baik atau diam. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya. Dan barang siang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya
Cerita ini bermula
dari seorang teman yang meminta supaya kartu memory Hpnya saya scan dengan antivirus di komputer saya,
karena katanya memory cardnya dihuni
oleh banyak virus
dan kebetulan komputernya tidak dipasang antivirus.
Balik lagi ke kartu
memory, langsung saya masukkan ke dalam card reader lalu di colokkanlah ke PC
saya..jreeeeng.. wuih benar kata dia segala macam virus ada di kartu
memorinya. Saat itu juga 2 antivirus saya langsung menunjukkan eksistensinya, diantaranya worm32,
autorun.inf virus
yang terakhir saya temui ketika
saya duduk di kelas 3 sekolah menengah atas (5 tahun yang
lalu). Antivirus
di PC saya saat itu PCMav Asgard dan NOD32 versi 4. Si Nod32 langsung beraksi dengan otomatis mengkarantina si worm
beserta kawan-kawannya. Disusul PCMav yang mendeteksi keberadaan virus, tapi kalah cepat oleh gerakan si NOD32, karena PCMav meminta
konfirmasi dulu kepada yang empunya komputer apa tindakkan
yang harus diambilnya *kayak mau perang :D.
Brrrrttttt...
Proses Scanning
selesai: kartu memory bersih dari virus dan langsung dikembalikan kepada
si pemiliknya.
Tapi apa yang
terjadi di PC saya setelah itu? seketika itu sebuah file .doc microsoft namanya menjadi aneh, dari nama file Membangun Good Governance di Indonesia,
berubah jadi ~$mbangun Good Governace. (tidak enak dibaca bukan?)
Enggak masalah enak
atau enggak enak. Yang saya masalahkan, itu adalah satu tanda kalau sebuah file
sudah tertuluar si Autorun.inf., di samping itu sebuah shortcut dengan nama
autorun.inf muncul. Autorun.inf gerakannya cepat seperti namanya, mudah saja
kita delete, namun di folder lain kembarannya muncul lagi, ditambah di halaman
muka windows (Dekstop) shortcut file tidak diundang datang dengan nama
dekstop.ini (namun katanya itu bukan virus)
Saat itu saya juga
panik (takut semua file tugas kuliah dirasuki si worm tersebut). fyuuh, mau
gimana lagi ternyata 2 antivirus saya kecolongan, akhirnya masuk ke kantor
konsulutan (google).
Berbagai solusi
diberikan, mulai dari non-aktifkan autorun di system komputer, cara manual di
command prompt, mengupdate antivirus terbaru (memang NOD32 di PC saya terakhir
update desember 2010, udah ngelewatin setahun), bahkan sampai menginstall ulang
OS, hmpmp..itu terlalu berat bagi saya (mesti backup disk lagi). Tapi hari itu
bukan hari yang tepat untuk mendowload/mengupdate ke versi terbaru karena
modemnya sudak tak tersisa kouta dan waktu itu cara manual saya tidak mengerti.
Masih menjelajahi konsultan google, akhirnya saya dibawa ke sebuah
artikel yang memberitahukan bahwa Selain anti virus, ada sebuah fasilitas dari OS
windows yang dapat
menggunakan membasmi virus yaitu system restore milik window.
System restore menyimpan kondisi
terakhir setelah anda menginstal program dan mengembalikan system operasi dan
partisi (local disk) yang anda tentukan dengan cara menghapus program yang tidak
ada sebelum anda menginstal program dan mengembalikan semua file aplikasi(.exe)
seperti semula, file dan folder yang sudah terhapus tidak akan
muncul kembali.
Cara Untuk mengaktifkan
system restore masuk ke Computer (di windows explorer), kemudian klik system
properties, atau lewat control panel > system and security > system >
system protection, akan tampil seperti ini:
Nah, di menu tersebut
kita bisa memilih mengnon-aktifkan atau ingin mengaktifkan protection system
restore.
Kalau sudah
menentukan, kita klik system restore, atau bisa juga lewat klik start => all
programs => accessories => system tools => system restore
setelah tampil seperti gambar di atas, Klik next:
Kemudian kita tentukan
tanggal mana yang kita pilih, kalau saya memilih tanggal terakhir komputer saya
dalam keadaan baik (misal: tanggal 2 januari).
Kalau sudah klik next,
kemudian finish.
Nah, sebelum klik finish,
sebaiknya aplikasi-aplikasi yang kita buka segera disimpan, karena windows akan melakukan proses
restore, yang secara otomatis akan merestart komputer. Pada saat shutdown
itulah windows melakukan proses restore sistem (agak lama).
Setelah restore selesai
windows akan booting seperti biasa, dan taraaa...
Windows kita akan normal
kembali seperti kondisi terakhir di tanggal 2 januari, tentunya di dekstop
sudah tak ada lagi shortcut dekstop.ini dan di drive D: Nama file yang
diganti awalannya dengan ~$ sudah normal kembali, dan tentunya autorun.inf pun
nggak kita temukan lagi.
*catatan: system restore
mengapus program-program yang kita instal setelah tanggal 2 januari, jadi
otomatis program-program yang diinstal setelah tanggal yang kita tentukan tadi
akan hilang bersama si autorun.inf
Oya jangan takut, file
dokumen (word, power point, .jpeg), mp3, gambar, tidak akan hilang meskipun
kita simpan setelah tanggal tersebut.
Dan akhirnya panik saya
sedikit hilang (kok sedikit?)
Ya sedikit, karena flashdisk saya yang tertular
ngga ikutan direstore T_T
Dan akhirnya diformat
ulang.
Itulah sedikit pengalaman saya, ada banyak cara bagus selain ini. Yang terpenting lebih hati-hati,
jangan menerima flasdisk/memory card sembarangan, nanti repot sendiri dan jangan
lupa untuk selalu update antivirus terbaru di kumputer Anda. :)
dipostkan oleh
Riri Huriyah Albantani
- di
1:28 AM
disimpan di:
diary-ku
"Lari" atau "Lawan", kalau lari berarti menyerah, kalau lawan artinya harus berjuang.
Journal of Pendidikan Pancasila (9th)
Studying for English exam (9th)
Analisys of Filsafat Pendidikan (15th)
Pengantar Ilmu Sosial (15th)
Bagaimanapun, sesulit apapun, di dalam cereblum, neuron harus menghantarkan impuls ke neuron berikutnya, dengan menyebrangi celah kecil (sinaps) sampai ke neuron berikutnya,
jangan sampai berhenti di ujung neurit! -- 16-21 January
dipostkan oleh
Riri Huriyah Albantani
- di
4:47 PM
disimpan di:
diary-ku
semua gara-gara kalianl!
kalian tau?
karena kalian muncul di menu hari ini,
kenapa kalian mucul?
bukankah kalian tau, lidah saya tak menyukai kalian,
sehingga saya tidak memakan kalian,
karena lidah saya tidak suka terhadap kalian,
jagung muda dan kembang kol,
entahlah,
sudah saya coba, tetap tidak suka.
sebab itu ibu saya kecewa, mungkin marah,
karena kalian yang sudah susah payah dimasaknya,
dan sarat akan vitamin tidak saya makan.
kau juga lidah! maumu apa sih?!
makanan berbahaya sejenis junk-food?
ketika itu, aku hanya ingin selalu berada dalam pertolongan-NYA, meneguhkan dan diteguhkan Iman, dalam jalan yang lurus menuju-NYA, mendapatkan kasih sayang dan ridho-NYA, Ridho Rabbku, Allah Subhanahu wa Ta'ala, Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb semesta alam dan isinya.
Al-Qur’an itu merupakan kitab Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang terakhir yang diturunkan kepada nabi terakhir, Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan merupakan penyempurnaan serta pelengkap kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, seperti kitab Zabur, Taurat, dan Injil. Al-Qur’an juga sebagai petunjuk dan penjelas serta pembeda antara yang hak dan yang batil.
Al-Qur’an bersifat universal. Universal dalam arti cakupan sasarannya seluruh umat manusia tanpa dibatasi ras (suku/bangsa) dan wilayah (daerah/negara), serta golongan atau strata sosial tertentu. Universal dalam arti masa berlakunya sepanjang masa dan zaman tanpa dibatasi waktu sejak Nabi Muhammad sampai akhir zaman.
Keluasan dan kelengkapan ajarannya, menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya pedoman kehidupan yang dapat membawa manusia pada keselamatan dan kebahagiaan lahir-batin, dunia-akhirat. Dalam Al-Qur’an petunjuk yang jelas dan nyata, bagaimana manusia harus hidup dan menghadapi berbagai masalah kehidupan ini tanpa mengorbankan nilai-nilai kemanusiaannya yang telah dianugerahkan Allah kepadanya. Hal ini sesuai dengan firman Allah: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka adalah pahala yang besar” (QS. Al-Israa’ : 9)
Oleh karena itu, sebagai makhluk yang dikaruniai akal, hendaknya manusia itu senantiasa berpegang teguh kepada aturan Allah dan berpedoman kepada Al-Qur’an.
DEFINISI AL-QUR’AN
AL-QUR’AN adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam mempercayai bahwa Al-quran merupakan puncak dan penutup Wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril.
Sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat An-Najm (53) ayat: 4
“Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”
Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti "bacaan" atau "sesuatu yang dibaca berulang-ulang". Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda dari kata kerja qara'a yang artinya membaca. Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah, dan akan mendapat pahala.
Dalam sebuah Rasulullah bersabda, yang artinya:
“Orang yang mahir Al-Qur’an dia bersama malaikat yang yang mulya lagi baik. Orang yang membaca Al-Qur’an dan dia terbata-bata didalamnya serta dia mengalami kesulitan, dia itu mendapat dua pahala.” (HR. Muslim).
Kemurnian Kitab Al-Quran ini dijamin langsung oleh Allah, yaitu Dzat yang menciptakan dan menurunkan Al-Quran itu sendiri. Dan pada kenyataannya kita bisa
melihat, satu-satu kitab yang mudah dipelajari bahkan sampai dihafal oleh beribu-ribu umat Islam.
Firman Allah dalam Surat Al-Baqarah (2) ayat 23:
“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”
maksud Ayat ini merupakan tantangan bagi mereka (orang-orang musyrik) yang meragukan tentang kebenaran Al-Qur'an. Al-Qur’an itu tidak dapat ditiru walaupun dengan mengerahkan semua ahli sastra dan bahasa karena ia merupakan Firman Allah Ta’ala yang tidak ada tandingannya.
Surat Huud (11) ayat : 14
“Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Al-Qur'an itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?”
Kemudian dalam Surat Al-israa (17) ayat : 18, Allah berfirman:
“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusi.”
Nama-Nama AL-QUR’AN
Al-Qur'an mempunyai beberapa nama yang kesemuanya menunjukkan kedudukannya yang tinggi dan luhur, dan secara mutlak Al-Qur'an adalah kitabyang paling mulia.
·Al-Kitab
Surat Al-Baqarah (2) ayat 2:
“ Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” Ibnu Juraij mengatakan, Ibnu Abbas pernah mengatakan bahwa makna Dzalikal kitabu adalah "kitab ini", yakni Al-Qur'an ini. Hal yang sama dikatakan pula oleh Mujahid, Ikrimah, Sa'id ibnu Jabir, As-Saddi, Muqatil ibnu Hayyan, Zaid ibnu Aslam, dan Ibnu Juraij. Mereka me-ngatakan bahwa memang demikianlah maknanya, yakni zalika (itu) bermakna haza (ini). Orang-orang Arab biasa menyilihgantikannya isim-isim isyarah (kata petunjuk), mereka menggunakan masing-masing darinya di tempat yang lain; hal ini sudah dikenal di dalam pembicaraan (percakapan) mereka. (Tafsir Ibnu Katsir) Jadi Allah menamakan Al-Qur'an dengan Al Kitab yang di sini berarti "yang ditulis", sebagai isyarat bahwa Al-Qur'an diperintahkan untuk ditulis atau tulisan.
·Al-Hudaa
Tentunya tidak dapat disangkal lagi bahwa al-Qur’an adalah Huda (penjelasan, petunjuk), petunjuk dari kesesatan dan kebutaan. Ia adalah petunjuk secara hakikat dan makna, ia adalah petunjuk dari kekufuran dan kemunafikan, dari kezhaliman dan tindakan melampaui batas, dari kebingungan dan ketakutan serta petunjuk dari segala hal yang menyimpang dan dapat menjerumuskan.
Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 185 :
“ (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”
·Al-Furqan
Al Qur’an disebut juga Al Furqaan karena memiliki fungsi sebagai pembeda antara yang haq dan bathil.
QS. Al-Furqaan (25) ayat : 1
“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam .” Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran. Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil, diantarnya membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah Ta’ala dengan kebatilan kepercayaan syirik
·Al-Bayaan
Al Bayaan karena ia berfungsi sebagai penjelas dan penerang kebenaran dari Tuhan.
“(Al-Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali-Imran (3) : 138)
TUNTUTAN IMAN KEPADA AL-QUR’AN
Dalam Surat Al-Ahzab (33) ayat : 36 Allah Ta’ala berfirman:
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”
Sesuai firman Allah di atas, setiap umat Islam baik laki-laki maupun perempuan, di tuntut untuk mengimani suatu ketetapan yang telah ditentukan oleh Allah, yaitu diantaranya Al-Qur’an, sehingga apabila mereka mengingkari akan adanya Al-Qur’an sesungguhnya mereka termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sesat
Selain itu, sebagai orang yang telah menyatakan beriman kepada Al-Quran dan meyakini kebenarannya, tentunya tidak cukup hanya beriman dan yakin akan kebenarannya saja, melainkan kita dituntut untuk mewujudkannya dalam bentuk amal nyata. Diantaranya:
1. Mempelajari dan mengajarkan serta membacanya
Firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 121 yang artinya: Orang-orang yang Telah kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, Maka mereka Itulah orang-orang yang rugi.
2. Memahami dan mentadaburinya
3. Melaksanakan (mengamalkan)nya
4. Menghafal dan memeliharanya, Rasulullah bersabda, yang artinya:
“Sesunggguhnya Al-Qur’an Al-Karim ini membutuhkan penjagaan (muraja’ah) dan banyak membaca, karena Al-Qur’an itu lebih cepat terlepas melebihi unta dari ikatannya. [HR. Al-Bukhari).
5. Menda’wahkannya
6. Menerima dan tunduk dengan hukum-hukumnya.