Rabu, 23 Maret 2011

Surat Untuk Ayah


Ayah,
Bagaimana kabarmu di sana?
Kuharap engkau dalam keadaan baik dan berada di tempat terindah di sisi Allah
Sudah begitu lama aku tidak mencium tanganmu
Begitu lama juga aku tidak mendengar suaramu
Sering aku terbayang dengan wajahmu
Rasanya baru kemarin engkau meninggalkanku


Ayah,
Berat rasanya jika mengingat semua itu,
saat kau memanjakanku,
Menegurku saat aku salah,
Memberikanku semangat hidup,
Memenuhi semua permintaan anakmu,
Begitu pula Saat kau menjadi  imam kami ketika sholat
Mendengar doamu
Dan lantunan tilawahmu..
Aku merindukan saat seperti itu..
Tak yang masih tertinggal adalah sebuah pengorbananmu demi sebuah kejutan ulang tahunku yang ke 14, iya, itu terakhir kali engkau merayakan ulang tahun anakmu, Ayah..

Ayah,
Begitu tawakkalnya engkau menghadapi semua cobaan yang menghampirimu saat itu
Bagiku engkau adalah sang Mujahid dalam hidupku setelah Ibu..
Yang jasanya tak akan pernah bisa terbalas.

Maafkan aku yang tidak mempunyai kesempatan berbakti kepadamu..
Maafkan aku yang kadang mengabaikan ucapanmu.
Di sini, dunia ini.. aku hanya bisa mengirimmu sebuah doa,
Begitu juga dengan amalku,
Jika banyak Aku berbuat baik, aku yakin di Alam Barzah sana engkau merasa bahagia..

Ayah,
Di sini aku bersama ibu, aku akan berbakti kepadanya.
Karena hanya itu kesempatan berharga yang aku miliki..
Dan aku akan menjadi wanita muslimah yang membuat engkau dan ibu bangga, Ayah..

Beruntunglah mereka yang masih memiliki kesempatan berbakti kepada ayahnya
Namun, mereka adalah orang paling rugi, jika ayah dan ibunya yang masih bersama mereka, diabaikan begitu saja..

Wahai Rabb ku, aku titip surat dan rindu ini untuk Ayah..
Aku mohon, ampuni dosa ayahku,
jagalah ayahku di sana, jauhkan beliau dari sebuah siksa kubur,
terima amal ibadahnya, terangilah kuburnya, dengan cahaya-Mu..
Amiin ya Robbal ‘alamiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar