Selasa, 28 Juni 2011

Masa

sekedar info:
hari-hariku kembali seperti semula. :)

aku menikmati apa yang ku jalani sekarang ini, yang nanti biarlah tetap menjadi ghaib, dan aku mengimaninya.

‎"semua masa/hari adalah menyenangkan, kita tidak boleh mencela waktu."

Minggu, 26 Juni 2011

Kematian!



Siapa di antara kita yang tidak akan ditimpa oleh kematian?
Ia tidak memiliki teman,
jika ia datang maka berakhirlah segala sesuatu,
ia tidak memiliki tempat,
seluruh alam ini adalah tempatnya,
kita tidak akan bisa berlari ataupun bersembunyi darinya,
walaupun kita berada dalam benteng yang sangat kokoh.

Ia tidak memiliki waktu,
ia terus bekerja sepanjang hari, sepanjang masa,
ia tidak menunggu seorangpun,
akan tetapi kita semua yang menunggunya,
ia adalah penghancur angan, penghancur keinginan, penghancur impian,
ia adalah akhir fase pertama manusia,
Ia adalah KEMATIAN

 “kullu nafsin dzaa iqotul maut”

Hiduplah sesuka hatimu!
Tumpahkan dan hamburkan kesenangan demi kesenangan untuk memuaskan nafsumumu!
Katakan semaumu tentang islam, orang-orang sholih, ketaatan dan kebaikan,
bergembiralah dan tertawalah sepuas-puasmu kepada dunia!
Kelak pada akhirnya engkau juga akan meregang di tengah sakarotul maut
dan Entah kapan, itu pasti akan menimpamu
Lalu engkau mati.

Saat itu malaikat maut tepat berada di atas kepalamu
Hatimu bergetar,
Nyawamu meregang,
Mulutmu terkunci,
Anggota  badanmu melemah.
Lehermu berkeringat,
Matamu terbelalak,
pintu taubat sudah tertutup
Orang-orang di sekitarmu menangis,
sedangkan kamu sendiri mengerang melawan sakit,
lalu nyawamu di angkat ke langit.

Sebelum semua  terjadi,
Sebelum semua itu terlambat,
Selamatkanlah dirimu...

“kullu nafsin dzaa iqotul mauti summa ilaina turja’un”
(Setiap orang akan merasakan mati maka kepada-Nya kita kembali).

*diketik dari Jeda Radio Rodja756AM

Sabtu, 18 Juni 2011

Mereka

Mereka..

Mengapa mereka?

Sehingga,
kadangkala
mereka membuat aku diam di tengah mereka,
membuat aku tak bisa membendung air mata,
membuat hatiku merasa marah,
seolah mereka menguji aku.
Atau memang...

Memang mereka pikir mereka siapa?!

Siapapun mereka-mereka itu.

Aku tidak ingin berhubungan dengan mereka terlalu lama.

Cukup!

Biar nanti aku yang pergi lebih cepat dari keberadaan mereka,
sebelum waktu yang ditentukan.

Jumat, 10 Juni 2011

Sahabat

"Sahabatmu yang menasehatimu
adalah sahabat yang sayang padamu sehingga ingin kebaikan bagimu, adapun sahabat yang
membiarkanmu dalam kesalahan tanpa menasehatimu adalah sahabat yang telah menipumu."

(Ustadz Firanda Andirja)

Hati

"Ketahuilah, bahwa dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik maka baik pula seluruh tubuh, jika ia rusak maka rusak pula seluruh tubuh,
ketahuilah dia adalah hati."
(HR. Bukhari 1/126 no.52, Muslim 11/57 no. 1599)

Semua aktivitas badan yang lahir, perbuatan baik dan buruk, dikuasai oleh satu komando, yaitu hati. Ia bagaikan raja yang berkuasa mutlak
terhadap bala tentaranya, semua tindakan harus di bawah perintah dan larangannya, ia pergunakan sekehendaknya dan ia suruh semaunya.

Hati yang bisa meraih hidayah Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah hati yang masih dalam kategori
hidup dan hati yang masih memiliki cahaya sekalipun redup.
*dikutip dari buku "Untukmu yang Berjiwa Hanif" oleh Ustadz Armen Halim Naro Lc.

Kamis, 09 Juni 2011

Menikah, suami...

Kalau aku tulis,
yang menjadi suamiku kelak dia seperti es kelapa.
*Loh?
Maksudnya, ciri-cirinya seperti si penjual es kelapa (pokoknya yang bermanhaj salafush shalih).

¤memelihara jenggot, sesuai yang Sunnah kan Rasulullah.
¤celananya non-isbal, artinya tidak melewati/di atas mata kaki (ngatung)
ada haditsnya, tapi maaf gak diposting karena gak hapal.
¤kalau pakai jam tangan sebelah kanan.
*ketika berbicara dengan lawan jenis yang bukan muhrim, dia menundukkan pandangan!
Itu kriteria yang bisa dilihat dengan mata.

Kriteria rohaniahnya.
Yang ini gak berpatok penjual es kelapa:
*dia paham Agama islam secara kaffah (menyeluruh),
¤taat pada Allah,
¤paham, bahkan menguasai hafalan AlQur'an dan Hadits,
¤mengikuti Sunnah Rosul,
¤berhati dan berjiwa hanif (baik),
¤sayang dan mencintai aku sebagai istrinya karena Allah Ta'ala.

Aamiin ya Rabb.

Menikah adalah menyempurnakah separuh Dien. Setelah menikah, siapapun ingin hati dan hidupnya bertambah tentram.
Jadi wajar, malah harus bila aku meminta kriteria calon suamiku kelak yang seperti itu, yang bisa membimbing menuju kesempurnaan agama, karena kita semua pasti ingin mendapat Ridho Allah.. :)

dan ketika ditanya, "kapan nikah?"
aku jawab gini, "saat waktunya tiba, lelaki yang akan menjadi suamiku menemukanku datang, kemudian dia mengkhitbahku." ^_^

bulan ke-2

bukan februari.
yang dimaksud bulan ke-2 dalam kalendar Riri Huriyah Albantani itu bulan Juni.

Saya sebut itu bulan kedua, terhitung dari kontrak saya bekerja di tempat yang sekarang, perusahaan yang salah satunya memproduksi makanan biskuit cokelat yang diputar, dijilat, trus dicelupin.

Memang, menunggu itu sesuatu yang menyebalkan.

Setelah maret dan april dilalui dengan full jadi pengacara* di rumah yang kerjaanya online seharian, akhirnya saya dirundung hasrat ingin bekerja (baca: ingin megang uang lebih selain uang jajan dari ibu) lagi,
dan alhamdulillah dapat, di awal mei saya menandatangani surat perjanjian kontrak kerja selama 6 bulan untuk posisi helper (artinya penolong=pembantu) produksi. :p

Mei.
Fyuh, kau tahu Ry (diary)?!
saya menisbatkan si Mei 2011 adalah bulan penuh derita, terlihat dari updetan status dan notes di facebook yang isinya penuh keluhan. Haha.


...

Bersambung ajalah...

Minggu, 05 Juni 2011

Hujan malam ini

Kemarin mengeluh karena cuaca panas,
sekarang di jalanan kehujanan mengeluh lagi, atau juga ada yang rumahnya kebocoran/kebanjiran
gara-gara hujan..
Emang serba salah tuh manusia, apa aja disalahin.

"Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan
air dari langit, maka diatur-Nya menjadi sumber-sumber di bumi kemudian ditumbuhkannya-Nya
dengan air itu tanaman-tanaman
yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu Kami melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal.
(QS. Az-Zumar: 21).

Juga dalam Alquran surat Al Waaqi'ah ayat 68-70 Allah Ta'ala pun
berfirman,
''Maka terangkanlah
kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang
menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapa kamu
tidak bersyukur.''

jadi, bersyukurlah malam ini hujan, jadi
gak sepi, mendengerkan rintik-rintiknya yang jatuh ke tanah, gemuruh
petir, juga tetesan hujan yang jatuh ke baskom di dalam kamarku yang bocor.
*malangnya :p