Kamis, 14 November 2013

Asy-Syifa'

Wuah ternyata benar, sudah beberapa bulan terakhir blog ini nggak terurus dan nggak pernah diisi dengan postingan baru. Aku menyadari hal ini setelah seorang temanku mengingatkan hal ini.

Kali ini aku ingin sedikit bercerita tentang temanku si pengingat itu.
Jarang juga bahkan mungkin tidak ada orang yang begitu perhatiannya kepada blogku selain dia.
hihihi *segitu sepinya blog ini -_-



Firda yang awalnya kukenal dengan nama Via_Assyifa sebagai  nama pena nya ketika pertama kali aku bertemu dengan di sebuah jejaring sosial (tak bisa disebut nama situsnya) yang menyediakan fasilitas salah satunya chatroom. Sekilas ketika melihat namanya di deretan bawah tumpukan nama member chat, aku sempat pikir apa iya dia tukang mengobati, ah lupakan.

Fia, begitu tulisanku menyebut namanya, adalah seorang seorang pengamat juga, dari hobinya membacanya itulah dia mempunyai analisis yang tajam seperti rara teman yg kudapatkan juga dari situs tersebut. Selain itu, mempunyai daya ingat yang tajam.

Singkat cerita, keakraban pertemanan kami dimulai saat-saat terakhir website situs jejaring sosial tersebut akan ditutup (tutup tanpa sepengetahuan kami), setelahnya percakapan kami berlanjut di media sosialnya lainnya. Sehingga akhirnya aku yakin untuk menjadikannya seorang sahabat, yang aku percayakan untuk berbagi cerita dengannya, sebab banyak kebaikan yang aku dapat darinya.

Sosoknya perhatiannya, sering ditutupi dengan pengakuannya bahwa dia adalah seorang yang paling tak peduli terhadap urusan orang lain atau bersikap dingin. Kekekeke.
Yang membuat aku terharu adalah, perkataannya ketika dia meminta aku untuk selalu berbagi kabar tak sepenting apapun kepadanya. 
Menurutku Asy-Syifa memang pilihan nama pena yang tepat untuknya dengan alasan yang tidak bisa aku jelaskan di tulisan ini.
Masih banyak tentang Fia di kepala yang maunya terus ku tuang di lembar diary ini, tapi mengingat masih ada 2 mata kuliah yang di UTSkan, akhirnya sampai di paragraf ini saja ceritaku terputus. Dengan harapan suatu hari kelak diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu dengan sahabatku Fia ini dan juga Rara, seperti temanku Nova yang pernah kuceritakan juga yang pada akhirnya kami diberi kesempatan bertemu.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar